Posted by : Unknown
Kamis, 27 Maret 2014
Tubuh
aves terdiri atas kepala, leher, badan, dan ekor. Badan dilindungi
oleh kulit yang berbulu. Menurut letaknya terdapat lima macam bulu, yaitu
remiges (pada sayap), rektrises (pada ekor), tertrises (penutup badan), alula (pada
jari-jari sayap) dan paraterum (disekitar bahu).menurut bentuknya ada
tiga macam bulu yaitu pluma, plumula(lunak),dan fillopluma(seperti rambut
pbertangkai panjang. Pada
sayap dan ekor, bulu berpasang-pasangan secara simetris. Bulu yang hanya tumbuh
pada tempat tertentu dan teratur disebut apteria mulut burung tidak bergigi.
Paruh dibentuk sebagai maksila(rahang atas) dan maibula (rahang bawah). Pada
pangkal paruh terdapat ke atas dari kulit lunak, disebut sera. Leher
diselubungi bulu-bulu jenis plumula, dan memiliki kelenjar minyak.
Tulang
burung relative ringan karena memiliki banyak rongga. Tulang dada menjadi
melekatnya otot terbang. Gelang bahu terbentuk oleh sepasang korakoid, sepasang
scapula, dan sepasang kavikula. Ketiga tulang tersebut membentuk lubang
(foramen trioseum) tempat otot dada kecil (muskulus pektoralis minor) yang
berfungsi mengangkat sayap. Tulang rusuk bagian depan melekat pada tulang leher
atau tulang punggung. Vertebra terdiri atas tulang leher, tulang punggung, dan
tulang ekor.
Aves
memiliki alat suara (siring) pada percabangan trakea. Siring digerakkan oleh
otot siringalis (penghubung siring dengan dinding trakea bagian dalam) dan otot
sternotrakealis (penghubung trakea dan tulang dada.
Aves
termasuk homoioterm atau hewan berdarah panas. Suhu tubuh tetap kurang lebih
40,50 – 42oC. melindungi telur dan anak – anaknya.
Habitat di daratan sampai ketinggian ± 6000 meter. Ada yang menetap,
ada yang bermigrasi.
Sistem
organ
|
Keterangan
|
System
gerak
|
Sepasang
alat anggota gerak berupa sayap, dapat untuk terbang dengan menggunakan
ekor sebagai kemudi. Anggota gerak badan berupa kaki untuk berjalan,
bertengger, dan hinggap. Alat gerak aktif, memiliki otot – otot gerak
penting, yaitu otot dada besar (muskulus pektoralis mayor) dan otot dada
kecil (muskulus pektoralis minor) yang berguna untuk gerak terbang. Otot paha
untuk berlari, berjalan, hinggap, dan bertengger. Memiliki otot penggerak
bulu ekor dan sayap, serta penggerak paruh dan penggerak paha.
|
System
pencernaan makanan
|
Sistem pencernaan makanan
sempurna dari mulut kerongkongan
(esofagus) tembolok (pelebaran
esophagus untuk menyimpan makanan
sementara) lambung kelenjar (proventrikulus) lambung
otot atau empedal (ventikulus) berdinding
tebal usus
halus terdiri atas duodenum, jejunum, dan ileum yang digantung
oleh mesentrium usus besar, terdapat
sepanjang usus buntu diantara usus halus dan usus
besar bermuara pada kloaka dibawah ekor.
Mempunyai kelenjar ludah, kelenjar pancreas, dan hati yang menghasilkan
empedu.
|
System
pernapasan
|
Bernafas
dengan paru – paru yang berhubungan dengan kantong kantong udara (sakus
pneumatikus) yang berhubungan pula dengan tulang tulang pipa. Paru – paru
dengan kantong udara dihubungkan oleh bronkus rekurens. Kantong udara juga
berfungsi mencegah kedinginan , memperkeras suara, dan m engatur masa jenis
badan ( pada burung berenang). Pada waktu terbang inspirasi dan ekspirasi
tidak dilakukan oleh paru – paru melainkan oleh kantong udara. Pengambilan O2 berlangsung
pada waktu inspirasi maupun waktu ekspirasi. Semakin tinggi burung terbang,
semakin cepat burung mengggerakkan sayapnya untuk memperoleh O2
|
System
peredaran darah
|
Peredaran
darah tertutup dan berganda, yaitu dua kali lewat jantung dalam satu kali
beredar ke saluran tubuh. Jantung di bungkus oleh selaput perikarium ,
beruang 4 , yaitu 2 atrium(serambi) dan 2 ventrikel (bilik), dengan sekat
bilik sempurna. Lengkung aorta hanya 1 di sebelah kanan. Hanya memiliki 1
sistem porta , yaitu system porta hepatica.
|
System
ekskresi
|
Ginjal
bertipe metanefros. Tidak memiliki kandung kemih. Vena porta ginjal tidak
terbagi bagi menjadi kapiler – kapiler ginjal.
|
System
alat indra dan system saraf
|
Lidah
pada umumnya tidak dapat dijulurkan. Mata mempunyai kelopak mata, membrane
niktitans ( selaput tidur ) , dan kelenjar air mata. Tak ada daun telinga;
terdapat membrane timpani ( selaput pendengar ) di bagian dalam lubang
telinga luar. Lubang hidung 1 pasang dengan indra pencium yang kurang baik.
Pemilihan makanan dengan organ perasa yang berada di sisis lidah dan langit
langit. System saraf pusat berupa otak dengan 12 pasang saraf cranial.
Terdapat kelenjar tiroid, adrenal, dan endokrin pituitary(hipofisis) yang
terletak didasar otak.
|
System
reproduksi
|
Kelamin
terpisah, fertilasi internal. Hewan jantan belum memiliki penis, hewan betina
hanya memiliki 1 ovarium (KIRI). Bersifat ovipar , telur bercangkang keras;
dierami dan menetas dengan bantuan induk atau pecah sendiri dari dalam.
|
Klasifikasi
alves
Aves meliputi banyak sekali ordo;
beberapa ordo telah punah, antara lain:
1. Aepyonithiformes
: burung gajah ; tinggi± 3m, telur 21 – 30 cm, terdapat di Malagasi.
2. Dinonithiformes
: tinggi ±3m, telur 14-18 cm, pernah hidup di slandia baru.
3. Hesperornis
dan ichthyornis : burung bergigi, hidup di Amerika Serikat.
4. Archaeopteryix,
bergigi, tidak mempunyai pigostil, Fosilnya tgerdapat di Jerman.
5. Diatrymiformes,
tak dapat terbang, dan berparuh besar, burung ini terdapat di Amerika Serikat.
Beberapa
Ordo yang masih ada , antara lain :
1. Rosares
(Galliformes)
Kaki
berfungsi untuk mengais dan berlari, memiliki paruh pendek. Contoh:
a. Ayam
buras
b. Merak
c. Kalkun
d. Maleo
2. Ratites
(Palaeognathae)
Meliputi
beberapa ordo burung tak dapat terbang yaitu sebagai berikut.
a. Struthioniformes
b. Casuariiformes
c. Apterygiformes
d. Rheiformes
3. Ansariformes
(Burung Perenang)
Burung
ini berkaki pendek, memiliki selaput renang di antara jari jari kaki. Ekor
pendek paruh melebar berkrista penyaring. Contoh :
a. Entok
b. Itik
c. Angsa
d. Belibis
4. Ciconiiformes
Burung
ini berkepala botak; memiliki paruh leher dan tungkai panjang. Hidup
bergerombol, memakam hewan air. Contoh :
a. Blekok
b. Flamingo
c. Bangau
Jawa
5. Coraciiformes
Burung
raja berparuh besar, kepala besar, tungkai pendek. Memakan hewan seperti ikan,
udang, katak, kupu-kupu, kumbang , lebah. Contoh:
a. Raja
udang
b. Rangkong
c. Tetangket
6. Columbiformes
Burung
merpati atau dara merupakan pemakan biju – bijian. Paruh pendek dengan sora di
pangkalnya. Tembolok besar, sel epitelnya mudah mengelupas dan diberikan kepada
anaknya semasa masih kecil lewat paruhnya(“susu merpati”). Contoh :
a. Merpati
b. Perkutut
c. Tekukur
7. Apodiformes
(burung dengung)
Tubuh
kecil berukuran kurang lebih 5,6 cm . paruh lembek, lidah panjang dan dapat di
julurkan ; membuat sarang dari ludahny. Contoh:
Ø Burung
kolibri
Ø Walet
Ø lelayang
8. Oscines
(Paseriformes)
Pita
suara berfungsi bagus. Tiga jari kaki menghadap ke depan satu jari kaki
menghadap ke belakang; sesuwai untuk bertengger. Telur berwarna warni, ketika
menetas anaknya masih buta. Pemakan serangga dan berbagai biji – bijian.
Peranan aves
bagi kehidupan
1. Daging
dan telur menjadi sumber protein hewani.
2. Telur
ayam dan itik untuk ramuan obat – obatan atau bahan membuat kue.
3. Sebagai
bahan industry, contohnya shuttle cock untuk bulu tangkis dibuat dari bulu
pluma , sedangkan selimut, bantal, kasur, dibuat dari bulu plumula (missal bulu
itik, ayam, angsa).
4. Mebuka
lapangan kerja misalnya dengan berternak ayam, itik, angsa, merpati,
parkit , walet.
5. Burung
dilatih dan dilumbakan, contohnya merpati pos dapat mengantar surat, burung
perkutut untuk lomba suara
6. Untuk
kesenangan, misalnya untuk dinikmati suaranya , keindahan bulu-bulunya, tingkah
lakumya, dilatih menirukan suara manusia
7. Sebagai
predator alami. Burung – burung pemakan insekta juga berpenran dalam
“pengendalian hayati alamiah”.
8. Di
bidang sains digunakan untuk bahan praktikum para siswa.
Related Posts :
- Back to Home »
- categories , pendidikan »
- Biologi : Klasifikasi : Kelas Aves
