Tampilkan postingan dengan label hikmah. Tampilkan semua postingan

Kisah Rasulullah Menjelang Ajal

Rabu, 05 Maret 2014
Posted by Unknown
Mari kita simak sebuah kisah yang sangat mengharukan... dan mungkin akan membuat kita menitikkan air mata....

Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. "Bolehkah saya masuk?" tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, "Maafkanlah, ayahku sedang demam," kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.

Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, "Siapakah itu wahai anakku?" "Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya," tutur Fatimah lembut.

Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bagian demi bagian wajah anaknya itu hendak dikenang. "Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut," kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya.

Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini. "Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?" Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah. "Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu," kata Jibril. Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.

"Engkau tidak senang mendengar khabar ini?" Tanya Jibril lagi. "Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?" "Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: 'Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya," kata Jibril.

Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. "Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini."

Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka. "Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?" Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu.

"Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal," kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan lagi.

"Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku. "Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi.

Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu,Ali segera mendekatkan telinganya. "Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanukum --peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu."

Diluar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. "Ummatii, ummatii, ummatiii?" - "Umatku, umatku, umatku"

Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu. Kini, mampukah kita mencintai sepertinya? Allahumma sholli 'ala Muhammad wa baarik alaaa Rosuulillah wa salim 'alaihi subhanallaaaah....

Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.

lalu pengorbanan apa yang bisa kita berikan pada beliau?????

mengapa spiderman bertopeng?

Kamis, 13 Februari 2014
Posted by Unknown
Tag :

spidermanAnda pernah menonton Spiderman 3? Ada kesamaan diantara ketiga film Spiderman, yaitu Spiderman selalu tampil dengan mengenakan topeng saat dia sedang beraksi. Yang menjadi pertanyaan ialah mengapa? Mungkin bagi Anda yang pernah menonton bisa menyimpulkan, jika Spiderman membuka identitasnya, maka keselamatan diri dan keluarganya akan terancam.

Pahlawan Sering Mengorbankan Kepentingan Pribadinya

Dalam film itu digambarkan bagaimana kepahlawan seorang wartawan di balik topengnya, menolong sesama dan melawan penjahat, padahal seringkali kepentingan dirinya terabaikan, seperti mendekati teman wanitanya. Setiap perjuangan memang selalu ada yang harus dikorbankan, baik waktu, tenaga, dan harta. Itu juga yang terjadi pada Spiderman.

Pahlawan Selalu Memiliki Musuh

Meski pahlawan berbuat kebaikan untuk banyak orang, namun pahlawan akan memiliki musuh. Siapa? Ya orang yang tidak suka dengan kebaikan itu, terutama saat kebaikan tersebut mengancam kepentingan mereka. Para penjahat lebih memilih mempertahankan kepentingannya, bahkan jika harus melawan para pahlawan.
Topeng yang dia kenakan, menyelamatkan kehidupan pribadinya dari ancaman orang-orang yang tidak suka kepadanya, padahal dia sudah berbuat baik kepada orang lain. Tentu yang tidak suka kepada Spiderman ialah para penjahat karena usaha jahatnya selalu dihalangi oleh Spiderman.

Pengaruh Media Menjadikan Ada Masyarakat Yang Membentu Spiderman

Tetapi bukan hanya penjahat, banyak juga masyarakat biasa ikut membenci Spiderman akibat pemberitaan media masa yang seringkali menyudutkan Spiderman demi popularitas medianya, tidak peduli apakah Spiderman itu berbuat baik kepada masyarakat, yang penting medianya laku.

Spiderman Dalam Kehidupan Nyata

Apakah episode Spiderman ada pada kehidupan nyata saat ini? Sangat mungkin! Mungkin sekarang ada yang namanya “pahlawan” yang jauh lebih baik dari sepak terjang Spiderman. Mungkin ada orang-orang yang rela mengorbankan waktu, tenaga, dan harta mereka demi umat. Sangat mungkin, ada orang-orang yang rela menderita, dicemooh orang, difitnah, dan mendapatkan berbagai perlakukan buruk lainnya dari para “penjahat”. Itu semua sangat mungkin ada dalam kehidupan kita, karena jiwa kepahlawan atau jihad selalu tertanam pada jiwa yang suci dan fitrah.
Hanya saja, mungkin kita tidak tahu mereka, mungkin saja mereka bertopeng? Atau mungkin saja tidak bertopeng tetapi kehadiran mereka ditutupi oleh media demi kepentingannya sendiri? Mungkin kita tahu, tetapi gara-gara mereka belum bertindak sempurna, kita malah memaki-makinya. Atau mungkin karena daerah kita belum mendapatkan sumbangsih dari mereka, kita malah memakinya menganggap mereka tidak berbuat apa-apa, padahal di daerah lain mereka sudah sangat kerja keras, kebetulan saja daerah kita belum tersentuh akibat keterbatasan yang ada.

Yang Penting Adalah Sikap Kita Terhadap Pahlawan Tersebut

Terlepas apakah kita mengetahui mereka atau tidak. Terlepas apakah kita menyadari kehadiran mereka atau tidak, ada tiga hal yang bisa kita lakukan:
  • Jangan cepat memvonis seseorang yang sudah berbuat baik, sebab bisa saja vonis kita karena pengaruh media atau pengaruh dari orang-orang yang tidak suka terhadap para pahlwan tersebut.
  • Do’akan mereka, berdo’alah mereka agar mendapatkan kekuatan dalam perjuangannya, tabah menghadapi segala cobaan, dan mampu menghadapi rintangan.
  • Jadilah bagian dari mereka. Jika mereka belum sempurna berjuang, mungkin karena keterbatasan mereka, oleh karena itu, dari pada kita memakinya, akan lebih baik kita menjadi bagian mereka untuk ikut berjuang demi umat.

Saat Kebaikan Tidak Dibalas Dengan Kebaikan

Karena sifat kepahlawan, memberi, berbagi, dan berbuat baik pada dasarnya ada pada setiap manusia, maka kita sendiri sering menjawdi pahlawan demi kebaikan orang lain. Kita mencoba membantu banyak orang, dengan ide, nasihat, pikiran, harta, bahkan jiwa kita. Namun, bisa jadi semua kebaikan kita tidak diterima malah mereka menyerang kita.
Jika Spiderman saja bisa bisa tetap terus berjuang, kita harus lebih baik dari itu. Kita yakin, tidak peduli bagaimana orang lain membalas air susu dengan air tuba, namun Allah Subhaanahu Wa ta’ala akan membalas semua kebaikan kita selama niat karena Allah. Penilaian orang, tidak akan mempengaruhi penilaian Allah. Yang dilihat oleh Allah adalah keikhlasan kita beramal, meski amal kita banyak yang memusuhi.
Jadi adalah hal biasa jika kebaikan kita malah mendapatkan hujatan, caci maki, dan fitnah dari orang lain. Pahamilah, bahwa ada dua kemungkinan mengapa mereka “tidak berterima kasih” malah menyerang kita:
  1. Mungkin mereka tidak mengetahui bahwa kita berbuat baik bagi mereka.
  2. Kemungkinan kedua, memang mereka tidak suka dengan kebaikan kita.
Manusia paling mulia, Nabi Muhammad saw pun mendapatkan perlawanan, hinaan, ancaman pembunuhan, fitnahan, embargo, bahkan harus terjadi peperangan. Maka itu mungkin akan terjadi pada kita juga.
Jangan sampai hujatan, hinaan, dan fitnahan mereka menghentikan Anda untuk berbuat kebaikan dan kebenaran. Tetaplah berjuang, jangan kalah oleh Spiderman. :)
Mudah-mudahan, kenapa Spiderman bertopeng, bisa menjadi renungan kita semua.

kisah keluarga tikus

Posted by Unknown
Tag :

kisah keluarga tikusIni bukan tentang keluarga Stuart Little, ini tentang sebuah keluarga tikus dengan 8 anaknya yang masih belajar mencari makanan. Kebetulan ini adalah keluarga tikus rumahan, yang mencari makanan dari sisa-sisa makanan manusia. Ada dua anak tikus si belang dan si putih menemukan sepotong keju. Namun ada pertanyaan besar bagi kedua anak tikus tersebut, sehingga mereka ragu mengambil keju tersebut.Apa yang membuat mereka ragu? Sebab keju tersebut tidak terletak di lemari. Padahal mereka biasa mencuri makanan dari lemari.
“Jangan-jangan, keju itu busuk dan dibuang.” kata si putih.
“Tidak, meski dari kejauhan saya mencium kalau keju itu masih segar. Pasti enak.” kata si belang.
“Tapi, warnanya kusam.” bantah di putih.
“Bukan warna yang menentukan, tetapi aromanya.” kata si belang.
“Ya sudah, kita ambil saja!” kata si putih.
“Boleh, tapi ukurannya kecil. Paling cukup untuk kita berdua.” kata si belang.
“Bukankah kata ayah, kita harus berbagi. Kita masih punya 6 saudara.” kata si putih.
“Tapi percuma dibagi-bagi, nanti kebagian sedikit.” kata si belang.
“Cukuplah, tidak kecil-kecil banget. Kita semua bisa kenyang.” kata si putih.
“Iya sih, kalau untuk sekali makan akan kenyang. Tapi untuk 3 kali, terasa kurang.” kata di belang.
Ternyata, ayah mereka mendengar pembicaraan kedua anaknya ini.
“Anak-anaku, apa yang kalian bicarakan adalah benar. Tetapi tidak benar seutuhnya.” sela ayahnya.
“Apa maksud ayah?” kata si putih.
“Kalian terlalu fokus pada kejunya. Kalian harus melihat masalah dengan pandangan yang lain. Ini menyangkut hidup mati kalian.” jelas ayahnya. Tapi kedua anaknya yang belum pengalaman, malah heran dan kebingungan.
“Saya tidak mengerti, ayah.” kata si belang mengernyitkan dahinya.
“OK, tunjukan dimana kalian menemukan keju tersebut.” kata ayahnya.
Kedua anak tikus tersebut mengantar ayahnya menuju letak keju.
“Apa yang kalian lihat?” tanya ayahnya menguji pandangan anak-anaknya.
“Keju, ayah!” jawab kedua anaknya serempak.
“Coba lihat lagi!” kata ayahnya sambil tersenyum. Kedua anaknya memperhatikan keju dengan seksama, tetapi mereka tetap bingung karena tidak ada yang aneh. Melihatnya anaknya kebingungan, ayah mengajak naik ke sebuah meja.
“Nah, sekarang lihat diatas meja ini. Apa yang kalian lihat?” tanya ayahnya.
“Saya melihat sebuah alat dimana ada keju di dalamnya.” jawab si putih.
“Oh iya, baru terlihat.” lanjut si belang. “Alat apa itu ayah?” tanya si belang.
“Itu adalah pertanyaan yang bagus. Kalian sudah tidak terfokus pada kejunya lagi, tetapi pada sistem yang lebih besar. Pertanyaan kalian ini akan menyelamatkan hidup kalian. Alat itu adalah perangkap. Jika kalian mengambil kejunya, ada senjata yang akan membunuh kalian.” jelas ayahnya.
Terang saja, kedua anak tikus ini terperanjat. Kaget bukan kepalang. Tidak terpikirkan sebelumnya. Mereka hanya fokus pada keju.
“Jika kalian melihat secara utuh, pertanyaan kalian akan benar dan akan menyelamatkan kalian. Jangan fokus pada pandangan sempit dan mengambil keputusan dari pandangan tersebut. Dari perbedaan cara pandang ini, bisa menentukan hidup matinya kalian.” jelas ayahnya dengan tatapan kasih kepada kedua anaknya.
Welcome to My Blog

follow me

terjemahkan halaman ini

- Copyright © spizaetuz bartelsi - Powered by Blogger -