Posted by : Unknown Rabu, 09 Juli 2014



JERITAN PENA

Ketika dari kami sudah meluap
Kami tak ingin menjadi kutu
Diantarasayapmu yang terhitung
Rontok di pojok janji dan waktu

Di jala kami sebuah cakar mencengkeram
Lirih di kepercayaan yang ditelan detik
Hampir putus di dermaga yang kering kerontang
Gara-gara mata buta kami bang, dengar itu

Ya, dulu kami melambai di seberang
Dengan tangan bernama jahiliyah
Dan wajah-wajah polos tanpa coretan
Dari pena-pena istana kekuasaan jiwa

Hei, seseorang tak lekas berdasi
Dalam nanti kami butuh kursi
Duduklah dalam interlude sajak
Biar kami tak takut rembulan kosong
Dan pulau-pulau kami menari riang

Lamongan, 9 Maret 2014



Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Welcome to My Blog

follow me

terjemahkan halaman ini

- Copyright © spizaetuz bartelsi - Powered by Blogger -